• Mutiara Hikmah Kaligrafi:“Kaligrafi adalah tradisi yang diperindah gerakan jemari dengan pena berdasarkan kaedah-kaedah khusus.”
    • Mutiara Hikmah Kaligrafi:““Penguasaan khat adalah indahnya rautan.”(Ibnu Muqlah dalam Tarikh al-Khat al-‘Arabi wa Adabihi).”
    • Mutiara Hikmah Kaligrafi:““Khat yang indah menambah kebenaran semakin nyata.”(HR Dailami dalam Musnad al-Firdaus).”
    • Mutiara Hikmah Kaligrafi:“Rasulullah SAW mengingatkan: “Wahai Abdullah, renggangkan jarak spasi, susunlah huruf dalam komposisi, peliharalah proporsi bentuk-bentuknya, dan berilah setiap huruf hak-haknya.”.”
    • Mutiara Hikmah Kaligrafi:““Barangsiapa meninggal dunia, sedangkan warisannya adalah catatan dan tinta, ia niscaya masuk surga.”(HR Dailami dalam Irsyad al-Qulub).”
    • Mutiara Hikmah Kaligrafi:““Barangsiapa meraut pena untuk menulis ilmu, maka Allah akan memberinya pohon di syurga yang lebih baik daripada dunia berikut seluruh isinya.”(Al-Hadis).”
    • Mutiara Hikmah Kaligrafi:““Kaligrafi itu tersirat dalam pengajaran guru, tegak profesionalnya tergantung banyak latihan, dan kelanggengannya pada pengamalan agama Islam.”(Ali bin Abi Talib).”
    • Mutiara Hikmah Kaligrafi:““Kaligrafi itu lembut seperti awan yang berarak-arakan dan gagah seperti naga yang sedang marah.”Wang Hsichih).”
    • PESANTREN KALIGRAFI ALQURAN LEMKA

      Katakanlah: “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”(QS Al-Kahf/18: 109)...www.lemka.net..

    • PESANTREN KALIGRAFI ALQURAN LEMKA

      “Barangsiapa kurang bagus caranya menorehkan tinta, meraut dan memotong kalam, memposisikan kertas, dan mengatur gerakan tangan waktu menulis, berarti dia sedikit pun tidak mengerti cara menulis.”(Al-Maqri al-‘Ala’i dalam Tarikh al-Khat al-‘Arabi wa Adabihi)

    • PESANTREN KALIGRAFI ALQURAN LEMKA

      “Bagusnya rautan kalam adalah setengah khat, dan mengetahui tatacara memotongnya adalah setengah sisanya. Karena sesungguhnya, setiap gaya khat mempunyai potongan tersendiri.”(Al-Maqri al-‘Ala’i dalam Tarikh al-Khat al-‘Arabi wa Adabihi)

    • PESANTREN KALIGRAFI ALQURAN LEMKA

      “Seorang kaligrafer sebaiknya mengerti bahasa Arab. Pemahaman bahasa Arab itu menjadi lebih penting, karena hampir semua kaligrafer, dengan sendirinya, akan berhubungan dengan Alquran. Salah titik saja, bisa berakibat fatal.”(D. Sirojuddin AR dalam Republika 1995)


    PENDAFTARAN SANTRI BARU ANGKATAN 2013-2014

    Posted by Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka On 11.50.00



    PENDAFTARAN SANTRI DIKLAT BARU
    ANGKATAN 2013-2014
    PESANTREN KALIGRAFI ALQURAN LEMKA


    WAKTU PENDAFTARAN:
    1.      Pendaftaran santri baru hanya dilaksanakan pada tanggal 1 s/d 7 Agustus 2013 secara offline (langsung di pesantren), dan secara online dari sekarang hingga tanggal 7 Agustus 2013 pukul 23.59 WIB.
    Di luar tanggal dan waktu tersebut, kami tidak membuka dan tidak menerima pendaftaran santri baru.
    2.  Pendaftaran santri baru ditutup pada tanggal 7 Agustus 2013 pukul 23.59 WIB.

    TATA CARA MENDAFTAR
    1.    Mengisi formulir pendaftaran secara offline di pesantren langsung (pada tanggal 1-7 Agustus 2013) atau dapat juga mengisi formulir online sejak sekarang hingga batas waktu tanggal 7 Agustus 2013 pukul 23.59 WIB.  
    Untuk mengisi. FORMULIR PENDAFTARAN SANTRI SECARA ONLINE silahkan KLIK DISINI. 
      2.  Membayar seluruh total biaya pendaftaran. 
    Dilakukan dengan cara mengirim atau mentransfer seluruh total biaya pendaftaran  sebesar Rp 3.865.000 ke rekening berikut :



    BRI
    Cabang Kota Sukabumi
    an.  Iman Syaeful Muminin (Bendahara Umum)
    Nomor Rekening :  0092 - 01 - 052150 - 50 - 1



    RINCIAN BIAYA PENDAFTARAN
    NO.
    JENIS BIAYA
    NILAI
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    Pendaftaran 
    Sumbangan Bangunan
    Paket buku panduan 
    peralatan lukis dan kaligrafi
    SPP bulan pertama 
    Sewa Lemari
    Seragam olahraga   
    Safari seni
    Safari seni 2 
    Rihlah akhir tahun (safari 3)
    Rp     150.000,-
    Rp  1.500.000,-
    Rp     415.000,-
    Rp     200.000,-
    Rp     650.000,-
    Rp    100.000,- 
    Rp     150.000,-
    Rp     225.000,-
    Rp     175.000,-
    Rp     300.000,-
    T o t a l
    Rp  3.865.000'-

    Konfirmasi transfer ke :
    Ust. Iman Saiful Mu'minin, S.Pd.I (bendahara umum)  0812   888   100   43

    PERSYARATAN ADMINISTRASI
    Setelah mengisi formulir online/offline dan mentransfer/mengirim biaya pendaftaran, santri wajib sudah datang di pesantren paling lambat tanggal 15 Agustus 2013, dengan melengkapi dan menyerahkan persyaratan administrasi sebagai berikut ;
    1.    Menandatangani Kontrak Belajar dan Peraturan Pesantren yang telah disediakan panitia pendaftaran.
    2.    Copy kartu identitas (KTP / SIM / Kartu Santri/ Kartu Pelajar/Kartu Keluarga) 1 lembar.
    3.    Copy ijasah terakhir 1 lembar.
    4.    Copy akte kelahiran 1 lembar.
    5.    Pas photo warna ukuran 3 X 4 sebanyak 2 lembar (baground merah / biru).
    6.    Lembar bukti transfer uang pendaftaran atau slip transfer

    PELAKSANAAN PROGRAM BELAJAR
    Untuk mengetahui gambaran waktu dan pelaksanaan program belajar, silahkan melihat agenda bulanan dan tahunan (KLIK DISINI)  serta agenda harian dan mingguan (KLIK DISINI).

    PENJELASAN :
    1.    Calon santri wajib mentransfer/mengirim seluruh Biaya Pendaftaran (lunas) atau mencicilnya sebanyak 2 kali pembayaran.
    2.    Calon santri paling lambat harus hadir di pesantren pada tanggal 15 Agustus 2013.
    3.  Bagi yang ingin mengetahui peta dan rute perjalanan ke pesantren dengan awal rute dari  Jakarta KLIK DISINI dan rute dari Bogor KLIK DISINI. Untuk rute dari daerah lainnya silahkan menghubungi pengurus pesantren melalui kontak yang tertera.
    4.    Calon Santri yang telah membayar  biaya pendaftaran akan mendapatkan paket berupa :
    a.            Berbagai buku seni kaligrafi, qawaid khat, sejarah kaligrafi, dll.  kurang lebih 15 buah buku.
    b.            Berbagai peralatan dan perlengkapan melukis dan kaligrafi.
    c.            Seragam olah raga (training).
    d.            Peralatan makan.
    e.            Safari akhir tahun dan safari seni (extravaganza) ke berbagai tokoh seni lukis dan kaligrafi, tempat, dan pusat seni serta galeri pelukis terkenal.
    f.             Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan langsung ke :

    Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka
    Alamat
    Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka
    Jln. Bhineka Karya No. 53, Rt. 03/06, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia 43122
    Telp. / fax
    (0266) 231754   =  Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka
    081395557330   = Ust. Hilmi Munawwar. S.Pd.I  (Kabid. Diklat )
    081317652232   = Ust. H. Ohan Jauharudin, S.Ag (Kabid. Administrasi & Kepengasuhan)
    081288810043  = Iman Saiful Mu'minin, S.Pd.I (Bendahar Umum)
    Blog / Website
    Email

    Lembaga Kaligrafi Alquran (LEMKA)
    Alamat
    Lembaga Kaligrafi Alquran (LEMKA)
    Jl. Semanggi I No.26, Rt. 01/03, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten
    (Dekat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
    Telp./ Fax.
    (021) 749 6279
    Blog / Website
    Email

    Draft Juklak & Juknis Pospenas Gorontalo ke- VI 2013

    Posted by Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka On 14.43.00

    POSPENAS IV akan berlangsung di Gorontalo 24-30 Juni 2013.Untuk cabang kaligrafi biasanya dilombakan 2 cabang, yaitu : Hiasan Mushaf, Lukis Kaligrafi dan Kolase. Namun, utk tahun 2013 ini menjadi: Hiasan Mushaf dan Seni Lukis Islami. Untuk Juknis silakan lihat dan download berikut :

    Dibuka Pendaftaran KURSUS KALIGRAFI GELOMBANG KE-54

    Posted by Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka On 05.00.00


    Dengan Nuansa Kegiatan :
    ·         LATIHAN KHAT 
    ·         MELUKIS KALIGRAFI
    ·         WAWASAN SENI ISLAM
    ·         SAFARI SENI
    ·         MTQ
    ·         PENGKADERAN GURU KHAT

    Melalui Tangga-tangga :
    ·         Kelas Basic I (Khat Naskhi)
    ·         Basic II (Khat Sulus)
    ·         Basic III (Khat Farisi dan Diwani)
    ·         Tatawarna (Praktik Melukis di Aneka Media)
    ·         Advance

    Syarat Keikutsertaan :
    -          Mengisi Formulir yang sudah disediakan
    -          Copy Identitas
    -          Pas photo ukuran 2 x 3 (2 lembar) dan 3 x 4 (1 lembar)
    -          Membayar biaya peralatan dan iuran selama kursus: @Rp 225.000,- (Basic I, II atau III), Rp 250.000,- (Tatawarna)
    -          Biaya peralatan dan kursus dibayar dimuka

    Waktu Pendaftaran :
    11 - 30 Maret 2013

    Tempat Pendaftaran:
    1. Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
    2. Masjid As-Salam, Jl. Ir. H. Juanda Gg. Semanggi I No. 26 Cempaka Putih, Ciputat Timur 15412

    Telp. (021) 7496279

    Contact Person:
    085718248743 (Yusuf Qordowi), 081280530470 (Fatah)

    Laporan dari Jalur Gaza III (Warga Palestina Butuh Apa?)

    Posted by Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka On 10.50.00


    ini adalah artikel beberapa tahun lalu. sekedar untuk pengingat kembali.

    Baru saja dua pesawat tempur Israel membombardir kawasan perbatasan Rafah, Gaza. Imad Abdullah, seorang warga Mesir yang hanya berjarak 400-an meter dari perbatasan Gaza, membisiki saya. “Lihatlah, kami hanya kecipratan suara bising bom, yang sesekali mungkin saja akan menerjang polisi dan warga Mesir. Sementara saudara-saudara kami di Gaza, mendapatkan semuanya.” Imad menunjuk ratusan truk besar pengangkut bantuan dari berbagai negara yang mengantre di perbatasan Rafah, menunggu giliran masuk Gaza. “Semua mata dunia mengarah ke Gaza, sedangkan kami tidak mendapat apa-apa,” kata Imad lagi. Dari atap gedung sekolah di perbatasan Mesir saya memang bisa menyaksikan, kondisi bangunan-bangunan di Rafah, Gaza, jauh lebih mentereng ketimbang di Rafah, Mesir. “Mungkin wilayahmu harus dibombardir dulu,” candaan saya tak membuat Imad tertawa.

    Lebih sepekan kemudian, saya dan kameramen Yon Helfi mendapat ijin masuk Gaza. Di kota Rafah, kami diajak keliling seorang polisi intel Hamas untuk menyaksikan kehancuran dampak pemboman. Seluruh bangunan milik pemerintahan Hamas luluh lantak, juga beberapa masjid, termasuk masjid terbesar di Rafah, Al-Abror. Banyak juga rumah warga yang dituding Israel memiliki terowongan rahasia, rata tanah. Namun sepanjang perjalanan dari Rafah ke Gaza City yang berjarak sekitar 30 kilometer, berkali-kali saya dan Yon gantian bertanya, “Mana bekas perangnya?” Warga beraktivitas seperti biasa, tak ada kepedihan, seperti tak pernah ada agresi yang merenggut lebih 1.300 nyawa.

    Di Khan Yunis, memang ada beberapa bangunan dan lahan pertanian yang porak poranda. Tapi sebagian besar masih ajeg. “Boleh jadi karena saya hanya melintas, tak masuk ke pedalamannya,” saya mencoba meyakinkan diri. Di kiri-kanan jalan juga terbentang berhektar-hektar lahan pertanian nan hijau, dengan beragam palawija dan buah-buahan. Benar-benar di luar dugaan saya, berbeda sekali dengan kawasan Arish, Sinai, Mesir, yang berhampar-hampar gurun tandus belaka. Padahal dua kawasan ini bertetangga. Ratusan orang sedang antre gas ukuran 12 kilogram di sebuah agen elpiji. Saya bisiki, Yon tertawa, “Di Tanah Air tak ada perang pun banyak yang antre gas.”

    Memasuki Gaza City, waktu menjelang magrib. Hiruk pikuk kota seperti di Jakarta saat jam pulang kerja. ”Bukankah perang baru tiga hari usai?” Bangunan-bangunan di pusat pemerintahan Jalur Gaza ini tertata rapi. Kantor-kantor pemerintahan memang hancur lebur, mulai kantor polisi, kementrian, hingga gedung parlemen. Juga rumah-rumah milik mereka yang dituding Israel sebagai tokoh, pejuang, atau simpatisan Hamas. “Israel memang bernafsu melumpuhkan Hamas,” kata Syekh Fathi, warga Gaza simpatisan Hamas. Bangunan lainnya tetap berdiri kokoh. Rumah warga Gaza berbentuk persegi tanpa atap genting, seperti umumnya rumah di wilayah Timur Tengah. Tidak banyak yang megah seperti di Pondok Indah atau Kelapa Gading, memang, tapi tidak ada yang sekumuh rumah di pinggiran kali Ciliwung. Sebagian warga mendiami rumah susun, terutama mereka yang selama ini mendiami kamp-kamp pengungsian, korban agresi Israel yang – saya tak tahu -- sudah berapa kali menggempur jalur Gaza, sejak pendirian Israel 60 tahun lalu.

    Esok paginya saya menyambangi kawasan Jabaliya, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan Israel. Mata saya terbelalak. Sejauh memandang, kehancuran nampak di segala arah. Rumah-rumah yang baru dibangun, dan sebagian besar bertingkat dua atau lebih, tinggal puing-puing. Persis, seperti di kawasan Khiyam dan Bint Jbeil, Lebanon Selatan, pasca 34 hari konflik Hizbullah-Israel dua setengah tahun lalu. Jabaliya terletak paling ujung utara Jalur Gaza, yang sebelah utara dan timurnya diapit wilayah Israel, dan bagian baratnya berbatasan dengan laut Mediterania. Menurut Syekh Fathi, Jabaliya menjadi front terdepan perlawanan Hamas, dan di sini dua tentara Israel tewas. Israel memusnahkan semua rumah yang mungkin mereka anggap sebagai tempat persembunyian para sniper Hamas. Di sinilah petinggi Hamas, Nizar Abdul Kader Mohammed Rayyan, dibom bersama empat isteri dan sebelas anaknya. Ladang-ladang pertanian yang siap panen juga dilindas tank-tank Merkava yang melintas. MungkinIsrael menganggap lahan perkebunan ini menjadi tempat peluncuran roket-roket Hamas yang mengarah ke Israel selatan.

    Jaringan listrik hancur, warga juga kekurangan air bersih karena pusat perusahaan air minumnya dirudal. Mereka mengutuk Israel, tapi tidak meratap sedikitpun pada warga asing yang datang, termasuk wartawan. Lagi-lagi, persis warga Lebanon selatan. “Apa yang Anda butuhkan?” Saya tanya Abu Muhammad, warga Jabaliya yang tengah mengais-ais pakaian dari puing-puing rumahnya. “Kami muak pada Israel. Hentikan perang, beri kami kemerdekaan seperti warga Israel!”

    Bantuan dari berbagai pelosok dunia, termasuk Indonesia, terus mengalir ke Jalur Gaza. Imad warga Rafah Mesir benar, akibat konflik, Jalur Gaza kerap menjadi pusat perhatian dunia. Proyek-proyek pembangunan menjamur berstempel lembaga resmi internasional maupun LSM. Di Gaza City saja misalnya, terdapat 36 sekolah yang dibangun United Nation for Relief and Works Agency (UNRWA), belum lagi di kota-kota lain. Ratusan Masytal, atau bangunan-bangunan bertutup plastik tempat pembibitan tanaman yang menghampar sepanjang perbatasan Rafah hingga Jabaliya, juga dibangun atas bantuan lembaga-lembaga asing. Tentu saja perumahan warga korban agresi dan pendudukan, dibangun dari donor asing, di samping bantuan dari pemerintahan Hamas.

    Tapi bukan semua itu yang dibutuhkan warga Jalur Gaza seperti Abu Muhammad. “Sebelum ada kedamaian, sebelum kami merdeka, semua bantuan itu percuma. Rumah kami bisa hancur lagi, dibangun lagi, hancur lagi, selama masih ada agresi dan pendudukan oleh Israel.” Abu Muhammad meyakinkan saya, kalau Palestina sudah merdeka, tidak ada lagi blokade dan isolasi dari dunia luar, bangsanya pasti bisa mandiri, dan boleh jadi akan lebih hebat dari Israel dan negara-negara Arab umumnya. “Nahnu sya’b jabbarin (kami bangsa yang tangguh),” kata Abu Muhammad.

    Ia berterimakasih atas simpati dan bantuan bangsa Indonesia selama agresi Israel berlangsung. Tapi lagi-lagi Abu Muhammad menegaskan, simpati dan bantuan tidak ada artinya selama Palestina tidak merdeka, selama lembaga seperti PBB “takluk” pada Israel, selama pemimpin negara Arab kerap berbeda pendapat soal penyelesaian konflik, selama isu Palestina hanya jadi “komoditas” kampanye belaka. “Warga Palestina hanya butuh merdeka!”

    Liputan TV Education



    !!!

      DOWNLOAD VIDIO, KALIGRAFI KONTEMPORER, FOTO KALIGRAFI GRATIS, INFO LEMKA, ARTIKEL KALIGRAFI, INFO KALIGRAFI, PERKEMBANGAN LEMKA, KURSUS KALIGRAFI PESANTREN KALIGRAFI ALQURAN LEMKA, DIKLAT LEMKA



    !!!
      PEMESANAN BUKU DAN PERALATAN KALIGRAFI
      Syamsu Rizal 0813 892 891 50



    !!!
      Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka
        Sekretariat: Jln. Bhineka Karya No. 53, Rt. 003/06 Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia 43122
        Email : lemkanet@yahoo.com
        (0266) 231754
        ******

    Untuk bergabung, KLIK GAMBAR