20 April 1985 : Tujuan LEMKA dipaparkan dengan jelas tanpa ragu-ragu lagi, yaitu: “Pengembangan bakat dan pengenalan khazanah Islam” dengan usaha-usaha antara lain “Mempercepat proses pemasyarakatan seni menulis khat atau kaligrafi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat muda, di tanah Air.”

13 Agustus 2011

Peresmian Gedung Pustaka oleh Walikota Sukabumi


GORESAN KALIGRAFI: Walikota Sukabumi membuat tulisan kaligrafi pada peresmian Pustaka di Jalan Bhineka Kaya Kelurahan Keramat Kecamatan Gunung Puyuh, kemarin.

GUNUNGPUYUH – Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur resmikan Gedung Pusat Studi Kaligrafi dan Perpustakaan Lemka (Pustaka) di Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka di Jalan Bhineka Karya Kelurahan Keramat Kecamatan Gunung Puyuh,

Pesantren kaligrafi pertama di Indonesia ini, menyediakan perlengkapan buku yang memuat segala bentuk yang berkaitan dengan dunia kaligrafi dan peradaban Islam. “Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka ini memang salah satu pusat study pertama di Indonesia. Makanya, tidak ada salahnya pihak pemerintah baik pusat, provinsi ataupun daerah untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap Pustaka ini,” ujar Muslikh kepada Radar Sukabumi usai peresmian Pustaka, kemarin.

Selain itu Muslikh juga menjelaskan, kalau Lemka ini menjadi salah satu kebanggaan bagi Kota Sukabumi termasuk Provinsi Jawa Barat karena berhasil menelurkan alumni yang bisa menjuarai perlombaan-perlombaan tingkat nasional bahkan internasional.

Pustaka sendiri dibentuk agar menjadi tempat referensi bagi masyarakat umum khususnya warga Kota Sukabumi. Dalam pustaka sendiri, terdapat beragam buku seperti artikel, kaidah kaligrafi, sejarah kaligrafi, filosofi kaligrafi, buku, skripsi, cerpen, makalah, novel, jurnal dan sumber-sumber kepustakaan lainnya.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka, Didin Sirojudin mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya peresmian Gedung Pustaka. Tapi, ini menjadi ajang pendidikan dan latihan bagi para peserta didik baru tahun ajaran 2011-2012. “Memang, ini adalah salah satu pesanten Kaligrafi pertama di Indonesia. Sehingga, bagi mereka yang mau mencari referensi untuk skripsi dan lainnya tidak kesulitan lagi,” ujarnya.

Rencananya, Pustaka sendiri akan dijadikan perpustakaan umum yang bisa diakses oleh semua pihak. Kelebihan yang nanti ditawarkan, para pembaca bisa mendapatkan suasana asri alam. Karena, rencananya tempat baca akan dibuat menjulur ke sawah dekat pesantren. “Sehingga, tidak ada kesan bosan dan lain sebagainya. Makanya kita akan bikin seperti di alam bebas,” sambungnya.

Sementara itu, jumlah santri tahun ini sekitar 82 santri dari 21 provinsi yang ada di Indonesia. Rata-rata, mereka adalah utusan kota/kabupaten dari masing-masing provinsinya.(rp4)


3 komentar:

  1. bukan banyak kaligrafi. tapi tempat tsb adalah pusat referensi, n dokumen sumber belajar kaligrafi n seni-budaya saja

    BalasHapus
  2. subhanallah... semoga Allah senantiasa menjaga niat2 untuk membangun seni Islam...

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar, demi eratnya tali silaturahim kita...