Kunjungan Gubernur Jawa Barat 2014


Tampak  mengobrol dengan akrab KH. Didin Sirojudin dengan KH. Ahmad Heryawan, LC (Gubernur Jawa Barat), Wakil Walikota Sukabumi, Ust. Ohan Jauharudin, S.Ag  (Kabid. Administrasi dan Kepengasuhan)
Tiba-tiba Gubernur Jawa Barat menyambangi Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka. Ya….. itulah beritanya pada hari ini. Pada kesempatan ini beliau mengempatkan untuk shalat dhuhur di masjid Abdurrahman bin Auf, Kompleks Pesantren Hayatan Thayyibah.  Dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke pesantren kaligrafi.
 
Mengobrol dengan Isnaini Rahman, Santri Asal Maluku
“saya sedang di LEMKA karamat ini. Saya melihat pemandangan kaligrafi disini sangat indah-indah. Masjid yang saya bangun di Sukabumi tolong di dekorasi kaligrafi oleh LEMKA. Kalau kaligrafi yang kemarin itu tolong di hapus saja.” perintah Gubernur kepada bawahannya melalui handphone. Itulah keinginan Gubernur, yang ingin masjid yang dibangunnya dapat di kaligrafi oleh tangan santri-santri dari LEMKA, yang konon telah banyak menghiasi berbagai masjid dalam dan luar negeri serta banyak menjuarai lomba kaligrafi di tingkat Kecamatan hingga Nasional dan ASEAN.

“Saya akan bangun masjid besar di Jawa Barat sebanyak 20 buah dan dengan masjid terbesar se-Jawa Barat yang akan di bangun di Bandung.” Ucap beliau kepada pimpinan Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka, K.H. Didin Sirojuddin AR, M. Ag. Beliau mengkhawatirkan bila ditanya di akhirat. Mengapa Stadion dibangun sedangkan masjid tidak dibangun. Ini selaras dengan hasil yang dibangun oleh Presiden Soeharto yang telah berhasil membangun masjid sebanyak 1.400 buah.

Ternyata Gubernur tau macam-macamm khat
Dalam kunjungan lebih dari 1 jam tersebut, beliau menyempatkan untuk mengunjungi rumah pimpinan pesantren, Gedung Pena, Saung Ekspresi, Gedung Pusat Data dan Perpustakaan Lemka, Koperasi Seni Santri Lemka, dll. Dalam kunjungan ini beliau banyak mengobrol dengan pimpinan pesantren dan para santri. Sempat juga banyak menanyai asal daerah santri yang ternyata berasal dari berbagai provinsi seperti Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Aceh, dll (hampir semua provinsi ada). Sementara itu beliau menanyakan  santri yang berasal dari Jawa Barat yang ternyata hanya 1 orang. Dengan segera Gubernur menelpon pengurus LPTQ Jawa Barat agar mengutus orang  sunda untuk belajar kaligrafi pada tahun yang akan datang minimal 10 orang.
Melihat karya di Gedung Pena

Dalam obrolan dengan para santri yang sedang menunjukan karya-karya buatan mereka kemarin pagi, Gubernur sempat melihat-lihat karya mushaf dan naskah. Dari situlah diketahui bahwa Gubernur dapat membaca kaligrafi yang yang rumit sekalipun dalam khat tsulus, diwani, kufi, riq’ah, dll. Gubernur yang dikenal sebagai Kiai ini, mengaku :”saya paling ahli menulis khat naskhi, kalau yang ini  dan ini saya tidak biasa menulisnya, karena sulit sekali.” Sambil menunjuk buku-buku kaligrafi karangan K. H Didin Sirojudin AR, M.Ag yang dihadiahkan kepada beliau. 

Membicarakan kaligrafi
Beliau pun pernah belajar kaligrafi saat masih kecil dan sudah mengenal kaligrafi melalui buku karangan K.H. Didin Sirojudin Abdurrahman, M.Ag. dan kebetulan beliau adalah orang Sukabumi. Dimana pesantren kaligrafi didirikan. Menurut beliau nuansa seni di Indonesia sangat kental dibandingkan Negara lain. Bahkan dalam bidang kaligrafi, di Timur Tengah sangat sulit menemukan ahli kaligrafi. Berbeda dengan di Indonesia yang dengan mudahnya ditemukan banyak ahli seni tulis khat. Hal ini senada dengan pengalamann beliau melihat banyak tulisan tangan mahasiswa di Timur Tengah yang kualitasnya sangat jauh berbeda dengan tulisan arab hasil tangan mahasiswa Indonesia. “saya sulit membaca tulisan tangan orang arab” ujar beliau.

Ditulis setelah kunjungan Gubernur Jawa Barat, K. H. Ahmad Heryawan, LC. Pada tanggal 20 April 2014 pukul 13:41-14:42

Berpose bersama santri dan asatidz

Senang dapat membaca kaligrafi kontemporer karya dari santri Aceh

Menerima Cinderamata kaligrafi karya Pimpinan Pesantren

Sebagian karya santri



Rombongan Gubernur
 Untuk Melihat Foto lainnya KLIK DISINI

1 komentar:

  1. Masyaallah, mantaaap. Mudah2an nanti Bapak jd presiden RI biar kaligrafi di Indonesia makin berkembang dan Indonesia bisa mengadakan even perhelatan kaligrafi tingkat internasional.

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar, demi eratnya tali silaturahim kita...