20 April 1985 : Tujuan LEMKA dipaparkan dengan jelas tanpa ragu-ragu lagi, yaitu: “Pengembangan bakat dan pengenalan khazanah Islam” dengan usaha-usaha antara lain “Mempercepat proses pemasyarakatan seni menulis khat atau kaligrafi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat muda, di tanah Air.”

25 September 2014

Ust. Isep Misbah Ajarkan Metode Belajar Khat dengan Media Baru

Tanggal 21 September lalu para santri merasa antusias masuk kelas belajar khat, karena kedatangan pengajar dari Jakarta yaitu : Ust. H. Isep Misbah, S.Ag. Kedatangan pengajar khat dari Jakarta ini merupakan kunjungan jadwal mengajar khat khusus yang diadakan oleh Ust. Didin Sirojudin AR, M.Ag yang secara rutin dan berkala guna memberikan semangat bagi para santri. Biasanya ada banyak pengajar yang dijadwal secara berkala untuk datang mengajar.

Para santri memperhatikan penjelasa materi

Kali ini giliran beliau, Ust. Isep Misbah yang berkesempatan mengajar. Beliau merupakan Ustad lulusan kebanggan LEMKA yang banyak menjadi panutan para khatat LEMKA lainnya karena keahliannya dibidang khat dan kecakapan beliau dalam memberikan nasihat seputar keruhanian khat baik dalam berkaligrafi maupun bersikap.Selain itu, beliau telah banyak memperoleh penghargaan kejuaraan lomba kaligrafi baik, lokal, nasional dan internasional. Contohnya, beliau pernah mendapat predikat mention  pada lomba khat Internasional di IRCICA Turki.
Para santri sibuk memperhatikan materi khat dari Ust. Isep
Keahlian beliau adalah bukan saja menulis khat dengan berbagai pena dalam berbagai ukuran yang berbeda, mata pena besar maupun mata pena kecil. Namun beliau juga memiliki talenta yang mumpuni dalam menulis kaligrafi/khat menggunakan kuas secara langsung, dan ini merupakan talenta khat yang tidak dimiliki oleh khatat manapun, di Timur Tengah sekalui pun. Konon talenta menulis khat dengan menggunakan kuas secara langsung hanya ada di Indonesia.

Ust. Isep Misbah menjelaskan berbagai materi khat dengan semangat
disamping karya-karya  pada kertas muqohharnya
Pada hari itu beliau mengajar menggunakan media pembelajaran baru berupa kamera untuk elajar khat bagi banyak orang. Disambungkan dari kamera langsung ke layar infokus. Sehingga mudah dilihat oleh  banyak santri.

Melalui media pembelajaran tersebut, pada hari itu santri diajarkan berbagai metode belajar kaligrafi yang berkualitas, bukan sekedar asal banyak belajar khat.Selain itu mereka, para santri diajarkan berbagai tehnik belajar khat, cara menyusun kalimat dalam komposisi, serta ditekankan untuk mempelajari kehalusan dalam menulis huruf-huruf seperti yang dilakukan oleh para khatat Timur Tengah.

Dalam kesempatan itu beliau sempat menunjukan beberapa karyanya yang telah dibuat diatas kertas waraq muqahhar. Ini merupakan jenis kertas yang dibuat khusus untuk membuat karya tulis khat secara benar-benar. Konon kertas ini bervariasi, sekita $10 keatas. Harganya bisa lebih mahal lagi tergantung kualitas  kertasnya.

2 komentar:

Silahkan memberikan komentar, demi eratnya tali silaturahim kita...