20 April 1985 : Tujuan LEMKA dipaparkan dengan jelas tanpa ragu-ragu lagi, yaitu: “Pengembangan bakat dan pengenalan khazanah Islam” dengan usaha-usaha antara lain “Mempercepat proses pemasyarakatan seni menulis khat atau kaligrafi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat muda, di tanah Air.”

09 Oktober 2014

Ust. Ali Akbar dan Ust. Didin Sirojudin Menjadi Pembicara dalam Seminar Hasil Penelitian Mushaf Kuno di Nusantara

Pada Tanggal 29 Oktober 2014 Ust. Ali Akbar dan Ust. Didin Sirojudin Menjadi Pembicara dalam Seminar Hasil Penelitian Mushaf Kuno Nusantara. 

Perlu diketahui bahwa : 
Ust. Ali Akbar adalah lulusan LEMKA Jakarta yang telah pernah meraih juara peraduan kaligrafi khat ASEAN di Brunnei. Selain itu beliau merupakan alumni LEMKA yang telah lama bekerja di Bayt Al-Qur'an, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Maka tak heran, bila beliau sering melanglang buana untuk meneliti naskah dan mushaf kuno arab/melayu di berbagai daerah nusantara dan luar negeri. Beberapa waktu lalu beliau pun turut hadir dalam menyampaikan materi dalam seminar tentang mushaf kuno.

Seminar tesebut diadakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMA) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Dilaksanakan selama 2 hari di Hotel Pajajaran, Bogor.

Dalam seminar yang membahas tentang Mushaf Kuno tersebut turut hadir 50-an peserta, terdiri dari kalangan para ahli/peneliti mushaf kuno dan peserta lainnya. 

Sementara itu Ust. Didin Sirojuddin AR, M.Ag menanggapi tentang isi naskah seminar yang berkaitan dengan tulisan yang ada pada berbagai naskah mushaf kuno. Masukan pun  disampaikan atas catatan materi yang disampaikan. Memang naskah-naskah kuno yang sudah pernah ditemukan itu masih kurang dalam segi keindahan. Sering kali tulisan khat naskah itu kurang halus tulisannya. Selain itu, tulisan dalam berbagai naskah mushaf kuno itu tercampur anatar khat naskhi dan tsulus. Bahkan tidak berkaidah secara khattiyah.

Beliau menambahkan bahwa perlu diteliti lebih dalam lagi sumber naskah mushaf kuno tersebut. Baik dari segi sejarah atau asalnya, maupun dari segi bahan. Seperti kertas atau tintanya. Sebab pada zaman dahulu setiap daerah memiliki sumber bahan unuk membuat naskah tulis yang berbeda-beda. Bahkan pernah ditemukan ada naskah yang tintanya dibuat/diracik sendiri. Hal  ini dapat difahami, sebagaimana diketahui bahwa dahulu masih sulit menemukan tinta import seperti sekarang. Kuat dugaan beberapa daerah sudah punya inovasi dan kemampuan dalam membuat tinta secara mandiri.

Berikut ini adlah naskah seminar yang dibuat oleh Ust. Didin Sirojudin AR, M.Ag. Adapun naskah dari pemateri mungkin belum bisa ditampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, demi eratnya tali silaturahim kita...