20 April 1985 : Tujuan LEMKA dipaparkan dengan jelas tanpa ragu-ragu lagi, yaitu: “Pengembangan bakat dan pengenalan khazanah Islam” dengan usaha-usaha antara lain “Mempercepat proses pemasyarakatan seni menulis khat atau kaligrafi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat muda, di tanah Air.”

17 November 2014

Pesantren Giatkan Belajar Tajwid dan Bacaan Qur'an Bersanad

Dalam beberapa waktu ini pesantren giat mengadakan kegiatan belajar Tajwid dan bacaan Alquran di bawah bimbingan Ustadz Momon Abdurrahman S. Kegiatan itu diikuti dengan cukup antusias oleh kalangan para asatidz. Kegiatan tersebut insya Allah akan diadakan secara rutin setiap bulan, seperti halnya pengadaan Khataman rutin bulanan.


Perlu diketahui bahwa metode yang digunakan dalam pengajaran tajwid ini adalah metode Maisuro yang berbasis teori, praktek dan pelatihan. Metode ini telah dibukukan oleh : Dr. H. Ahmad Fathoni, LC, M.A. dan mendapatkan sambutan dari Prof. Dr. K.H.Said Aqil Husin Al-Munawwar, M.A

Karena ilmunya bersanad, maka tidak sembarangan orang dapat mengajarkan ilmu ini tanpa ada persetujuan dari guru.


Hal ini tidaklah mengherankan, karena bacaan dan tajwid yang diajarkan merupakan ilmu yang diperoleh dan diajarkan secara turun-temurun (bersanad) kepada Rasulullah SAW melalui Jalur Ustman bin Affan. Untuk urutan dan jalur sanad (sanad Hafs) bisa dilihat pada gambar berikut :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, demi eratnya tali silaturahim kita...