20 April 1985 : Tujuan LEMKA dipaparkan dengan jelas tanpa ragu-ragu lagi, yaitu: “Pengembangan bakat dan pengenalan khazanah Islam” dengan usaha-usaha antara lain “Mempercepat proses pemasyarakatan seni menulis khat atau kaligrafi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat muda, di tanah Air.”

07 Juli 2015

Pesatren Kalgrafi Alquran Lemka Dalam Media Televisi

Saddam iswanil (aceh), salah satu santri berprestasi yang juga jadi sorotan dalam liputan televisi (metro tv)

LEMKA-Tepat pada hari Senin, (29/6) Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka kedatangan 3 orang dari stasiun televisi Metro tv dan 3 orang dari stasiun televisi DAAI tv. Ditengah-tengah jadwal kegiatan pesantren yang sedang padat pada bulan ramadhan kali ini, para kru dari dua stasiun televisi ini pun ikut sibuk meliput pesantren yang sedang mengadakan Pesantren Kilat Ramadhan.

Pada liputan kali ini, Sejarah berdirinya Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka yang menjadi topik utama. Selain itu perkembangan kaligrafi juga menjadi salah satu pembahasan liputan dua stasiun televisi dalam negeri ini. Sekitar dua hari para kru dari kedua stasiun televisi ini melakukan liputan seputar Pesanten Kaligrafi Alquran Lemka, yaitu Metro tv pada hari senin dan selasa (29-30) sedangkan DAAI tv pada hari selasa dan rabu nya (30-01).

Drs.KH.Didin Sirojuddin AR, M.Ag selaku Pimpinan Pesantren menjelaskan sejarah berdirinya pesantren hingga bisa berkembang sampai saat ini. Selain beliau ada juga guru dan beberapa santri berprestasi yang ikut diwawancarai oleh dua stasiun televisi Metro tv dan DAAI tv. Tulisan adalah bagian dari dakwah para kaligrafer,"ujar ustad hilmi munawwar.

Kedatangan kedua stasiun televisi ini sudah tidak asing lagi karena masing-masing sudah pernah mendatangi pesantren ini lebih dari sekali. Rencanya metro tv akan menayangkannya ditelevisi pada hari minggu (12/07).  Dengan liputan ini diharapkan kepada setiap orang yang menontonnya dapat mengetahui perkembangan kaligrafi dan mendapatkan wawasan yang baru seputar kaligrafi.


Drs.K.H.Didin Sirojuddin AR, M.Ag saat diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi (DAAI tv)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, demi eratnya tali silaturahim kita...